2011-Mar-PROGRESS DANA ABADI HKBP

PT.BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK
TARUTUNG
DAFTAR NAMA PENYETOR UNTUK DANA ABADI
PROGRESS DANA ABADI HKBP, PER 31 MAR 2011
NO NAMA PENYETOR DANA MASUK (Donatur-Bunga Depo-Jasa Giro) KUMULATIVE SETOR – ASAL
           
SALDO DA PER 28 FEB 2011   3.448.931.581     3.448.931.581    
               
1 Jasa Giro                   3.828     3.448.935.409 BNI Balige  
2 Bunga Deposito         12.020.801     3.460.956.210 BNI Balige  
3 NN              150.000     3.461.106.210    
4                            –       3.461.106.210    
               
JUMLAH PER 31 MAR 2011   3.461.106.210     3.461.106.210    
             
             
             
TERIMA KASIH PARTISIPASI ANDA 
           
TUHAN JESUS RAJA GEREJA MEMBERKATI SAUDARA
 
DANA ABADI HKBP
NO. REK : 006-125-4320
BANK BNI – CABANG TARUTUNG
           
           
           

PROGRAM DANA ABADI HKBP

 Ephorus HKBP Emeritus DR IL Nommensen
EPHORUS HKBP (EMERITUS) DR I.L. NOMMENSEN
(1881 – 1918)

MAJELIS PUSAT HKBP PERIODE 1998-2004

Baris Depan dari Ki-Ka : Pdt JM Manullang MTh, St TTH Sidabutar SH, Pdt DR Bonar Napitupulu, Pdt DR Jubil Raplan Hutauruk, Ny JR Hutauruk, Ny WTP Simarmata, Pdt Willem TP Simarmata MA, St Ir Hiskia Simanjuntak, St Harangan Wilmar Hutahaean, St Drs Constant Edison Sitorus.

Baris kedua Ki-Ka : Pdt DR Einar M Sitompul, Pdt TP Simorangkir, STh,MLS, Pdt DR Lukman Panjaitan, Biv Manatap Sitorus, Diak Serepina Sitanggang, Pdt Panahatan H Nainggolan MTh, St Djalantar Sihombing SH, St Dr Tumpal Napitupulu MPh.

Baris Belakang Ki-Ka : Pdt Simanjuntak, St Drs BP Nababan, St Drs TP Simanjuntak, Pdt E.S. Simanungkalit STh, St PM Banjarnahor, MSc,MBA, Pdt Ramlan Hutahaean MTh, Pdt David Sibuea MTh

 

 

 SENTRALISASI PENGGAJIAN PELAYAN HKBP

 (SPP-HKBP)
 
 DANA ABADI HKBP
NO. REKENING : 006-125- 4320
BANK BNI TARUTUNG

   DASAR PELAKSANAAN

1. Keputusan Rapat Majelis Pusat HKBP menerima Proposal Dana Abadi untuk dikaji lebih mendalam tahun 1999.

2. Keputusan Rapat Gabungan Majelis Pusat HKBP dan Praeses HKBP menyetujui Program Dana Abadi HKBP tahun 1999.

3. Surat Keputusan Ephorus HKBP Nomor.286/L08/III/2000 tanggal 1 Maret 2000.

4. Perjanjian Kerjasama antara Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Nomor.W.01/7.5/001 tanggal 1 Maret 2000.

5. Keputusan Sinone Godang ke-56 Tahun 2000 untuk menjalankan Program Dana Abadi.

TUJUAN

Meningkatkan dan memberi jaminan kebutuhan hidup bagi segenap Pelayan Penuh HKBP beserta keluarganya yang melayani di Bumi Persada Nusantara.

SASARAN

Meningkatkan Mutu (KUALITAS) Pelayanan HKBP ditengah Jemaat maupun masyarakat umum melalui pemberdayaan potensi SDM (Pelayan HKBP) menyongsong era-globalisasi.

TARGET – Rp 310 M

Menggalang dan mengadakan DANA ABADI (DEPOSITO TETAP) HKBP sebesar Rp 310 Miliar.

SUMBER DANA
Anggota HKBP & Donateur

Melalui potensi 600 – 750 ribu KEPALA KELUARGA anggota HKBP setara dengan 3 – 3,5 juta orang anggota jemaat. Bila diasumsikan 15% dari jumlah KEPALA KELUARGA secara rata-rata mampu mengalirkan dana bantuan ke REKENING DANA ABADI HKBP sebesar Rp 100.000,- setiap bulan selama kurun waktu 30 bulan, maka DANA yang akan masuk ke Rekening Dana Abadi akan mencapai Rp 9 miliar sampai Rp 11 miliar setiap bulannya, sehingga diperkirakan TARGET Rp 310 Miliar akan dicapai dalam waktu 30 bulan.

SOSIALISASI PENGADAAN DANA
&
HISTORY – KEGIATAN DANA ABADI

• 1999, JANUARI, Proposal Pengadaan Dana Deposito Abadi SPP-HKBP tentang Pengadaan Dana Deposito Abadi HKBP menuju Program Sentralisasi Penggajian Pelayan HKBP (SPP-HKBP), disampaikan kepada Ephorus dan Sekretaris Jenderal HKBP.

• 1999, APRIL, Proposal Pengadaan Dana Deposito Abadi SPP-HKBP dipresentasikan dan didiskusikan dalam rapat DKU HKBP di Pematangsiantar. Dari hasil diskusi ini, DKU akan meminta waktu untuk menjelaskan proposal tersebut dalam rapat Majelis Pusat dan rapat Gabungan antara Majelis Pusat dan Praeses.

• 1999, APRIL, Proposal Pengadaan Dana Deposito Abadi SPP-HKBP dipresentasikan dan diperdebatkan dalam rapat Gabungan Majelis Pusat dan Praeses di Pematangsiantar. Hasil pertemuan, Proposal Dana Abadi SPP-HKBP diterima menjadi milik HKBP untuk dikaji lebih cermat khususnya menyangkut aspek-aspek yang berkaitan dengan kemungkinan pelaksanaannya.

• 1999, APRIL, Proposal Pengadaan Dana Deposito Abadi SPP-HKBP dipresentasikan dalam RAPAT PENDETA di Pematangsiantar. Hasil pertemuan, Proposal Dana Abadi SPP-HKBP dapat diterima diterima namun perlu dikaji lebih mendalam khususnya aspek-aspek yang berkaitan dengan kemungkinan pelaksanaannya.

• 1999, NOVEMBER, Proposal Pengadaan Dana Deposito Abadi SPP-HKBP dipresentasikan dalam rapat Parhalado Distrik Jabartengdy di Lembang, Bandung. Hasil dari pertemuan ini, cukup positif dan mendukung, bahkan mengharapkan agar proposal tersebut dipresentasikan lebih luas lagi kepada anggota jemaat (per utusan) se Distrik Jabartengdy.

• 2000, 22 JANUARI, Proposal Pengadaan Dana Deposito Abadi SPP-HKBP dipresentasikan di HKBP Ressort Istimewa Cilacap (sebagai tindak lanjut pertemuan rapat Parhalado Distrik Jabartengdy Lembang Bandung). Pertemuan ini mengharapkan agar proposal tersebut bukan lagi merupakan proposal namun sudah dapat dijadikan menjadi salah satu program kerja HKBP yang resmi pada tahun 2000.

• 2000, 26 FEBRUARI, Proposal Pengadaan Dana Deposito Abadi SPP-HKBP dipresentasikan dalam rapat Gabungan Majelis Pusat dan Praeses di Pearaja, Tarutung. Hasil pertemuan, dalam rapat gabungan disetujui agar Program SPP-HKBP ditetapkan menjadi salah satu Program Kerja HKBP didalam tahun 2000.

• 2000, 1 MARET, Rapat Majelis Pusat di Pearaja Tarutung, menyetujui Program Pengadaan Dana Deposito Abadi SPP-HKBP, sekaligus diikuti dengan diterbitkannya Surat Keputusan EPHORUS HKBP No.286/L08/III/2000, untuk menetapkan Tim Pengadaan Dana Deposito Abadi SPP-HKBP dengan jumlah anggota sembilan (9) orang. Tim ini bertugas untuk mempersiapkan materi program dalam persiapan pelaksanaan sosialisasi Program Pengadaan Dana Deposito Abadi SPP-HKBP di seluruh Jemaat HKBP dimulai dari tingkat Distrik, Ressort dan Jemaat.

• 2000, 1 MARET, Dihadapan Majelis Pusat, Kepala Biro dan Staf Kantor Pusat HKBP bertempat di Kantor Pusat Pearaja Tarutung, secara resmi dilaksanakan penanda tanganan Perjanjian Kerjasama antara HKBP diwakili oleh EPHORUS HKBP dan PT Bank Negara Indonesia (Pesero) dalam rangka Pelaksanaan Program Pengadaan Dana Deposito Abadi SPP-HKBP.

• 2000, 20 MARET, Sosialisasi PERDANA tentang program Pengadaan Dana Deposito Abadi SPP-HKBP oleh Ketua TIM Dana Abadi dilangsungkan dalam pertemuan/konven Pendeta beserta Istri se Distrik Jawa Kalimantan bertempat di HKBP Ressort Sudirman Jakarta.

• 2000, 08 APRIL, Sosialisasi Program Pengadaan Dana Deposito Abadi SPP-HKBP oleh Ketua TIM Dana Abadi dilangsungkan dalam pertemuan khusus yang diwakili anggota Jemaat, Sintua dan Pendeta se Distrik Indonesia Bagian Timur bertempat di Gereja HKBP Ressort Surabaya di Surabaya.

• 2000, APRIL, Sosialisasi Program Pengadaan Dana Deposito Abadi SPP-HKBP oleh EPHORUS HKBP dilangsungkan dalam Konven Pendeta beserta keluarga Distrik Jawa Kalimantan di HKBP Ressort Petojo, Jakarta.

• 2000, 22 MEI, Sosialisasi Program Pengadaan Dana Deposito Abadi SPP-HKBP oleh Tim Kantor Pusat HKBP di Distrik Kepulauan Riau.

• 2000, 25 MEI, Sosialisasi Program Pengadaan Dana Deposito Abadi SPP-HKBP oleh Tim Kantor Pusat HKBP di Distrik Sibolga.

• 2000, 04 JUNI, Sosialisasi Program Pengadaan Dana Deposito Abadi SPP-HKBP oleh Ketua TIM Dana Abadi dilangsungkan dalam kebaktian minggu di HKBP Ressort Jawa Tengah di Semarang.

• 2000, 18 JUNI, Sosialisasi Program Pengadaan Dana Deposito Abadi SPP-HKBP oleh Ketua TIM Dana Abadi dilangsungkan dalam kebaktian minggu dan setelah kebaktian minggu dilanjutkan dengan pertemuan khusus bersama anggota Jemaat HKBP Ressort Yogyakarta di Yogyakarta.

• 2000, 26 JULI, secara khusus Program Pengadaan Dana Deposito Abadi SPP-HKBP disosialisasikan dan dipresentasikan oleh Ketua TIM Dana Abadi SPP-HKBP dalam Konferensi Nasional I HKBP bertempat di Jakarta Convention Center dihadiri lebih kurang 1.300 orang anggota jemaat HKBP. Konferensi Nasional HKBP secara resmi dibuka oleh Presiden RI Abdul Rahman Wahid dan dihadiri beberapa Menteri Kabinet Persatuan Nasional dan Ketua DPR RI Akbar Tanjung. Laporan resmi Pelaksanaan Konferensi dari Panitia Konferensi Nasional HKBP kepada Ephorus HKBP telah dilaksanakan pada tanggal 25 Agustus 2000 di Jakarta. Hasil Penerimaan Persembahan Syukur Dana Abadi HKBP selama Konferensi berlangsung sejumlah {Rp 401.530.000,- + US$ 10.000 + Sin$ 50}, telah diserahterimakan pada hari yang sama kepada Tim Dana Abadi SPP-HKBP melalui Ephorus HKBP

• 2000, APRIL–AGUSTUS, Sosialisasi Dana Abadi SPP-HKBP oleh Pimpinan Pusat HKBP, Tim HKBP Pusat dan khususnya Praeses bersama-sama dengan Pendeta Ressort, Guru Huria, Sintua, Bibelvrouw, Diakones dan anggota Jemaat di delapan belas (18) Distrik HKBP :

Tapsel, Sumbar, Riau, Silindung, Humbang, Toba, Sumatra Timur, Dairi, Samosir, Jawa Kalimantan, Sibolga, Medan Aceh, Toba Hasundutan, Tanah Alas, Asahan Labuhan Batu, Tebing Tinggi Deli, Sumatra Bagian Selatan, Humbang Habinsaran, Indonesia Bagaian Timur, Jabartengdiy

• 2000, 7 NOVEMBER, Oleh Ketua Tim Dana Abadi SPP-HKBP mengadakan Sosialisasi lanjutan diikuti dengan tanya jawab sekitar Program Dana Abadi SPP-HKBP dalam Rapat Kerja Distrik VIII Jawa Kalimantan di Cisarua, Bogor.

• 2001, Oleh Tim Dana Abadi SPP-HKBP bersama-sama dengan Ketua Tim Dana Abadi dan Ephorus HKBP mengadakan Sosialisasi di Wilayah Sumbagsel di Palembang.

• 2001, Oleh Tim Dana Abadi SPP-HKBP bersama-sama dengan Ketua Tim Dana Abadi dan Ephorus HKBP mengadakan Sosialisasi di Wilayah Sumatra Utara di Medan Ball Room Danau Toba International Hotel.

• Masing-masing Huria melakukan Sosialisasi Program Pengadaan Dana Abadi HKBP kepada seluruh anggota HKBP melalui Warta Jemaat – Rapat Huria – Konpen Pendeta – Sinode Distrik – Sinode Godang – SMS – Internet.

• Setiap Anggota Jemaat yang sudah menerima sosialisasi tentang Dana Abadi HKBP, diharapkan juga turut melakukan Sosialisasi kepada anggota yang belum menerima sosialisasi sehingga masing-masing dapat merespon dan memberi kontribusi demi pencapaian target Dana Abadi HKBP.

PENGAMANAN DANA ABADI

1. Seluruh Sertifikat Dana Deposito Abadi (Dana Tetap) HKBP ditempatkan di Bank BNI Cabang Tarutung dengan No. Rekening : 006-125-4320 atas nama HURIA KRISTEN BATAK PROTESTAN (HKBP).

2. Seluruh Dana Deposito Abadi HKBP merupakan ASET TETAP HKBP dengan Badan Hukum No.48 Staatsblad Tahun 1932 No.360 dan Diperbaharui oleh Departemen Agama Republik Indonesia Tanggal 2 April 1968 No.Dd/P/DAK/d5/13/68.

3. Perjanjian Kerjasama antara Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Nomor.W.01/7.5/001 tanggal 1 Maret 2000, pada Pasal 6 dan Pasal 7 dinyatakan bahwa seluruh DANA DEPOSITO ABADI HKBP adalah merupakan Dana Tetap HKBP tidak akan pernah dapat dicairkan oleh HKBP kapan dan dimanapun. HKBP hanya dapat mencairkan ”BUNGA BULANAN DEPOSITO ABADI HKBP” untuk pelaksanaan Sentralisasi Penggajian Pelayan Penuh HKBP.

4. Seluruh sumbangan yang ditujukan untuk Dana Abadi HKBP harus dan langsung disetor atau dikirim ke Bank BNI Cabang Tarutung No. Rekening : 006-125-4320.

5. Tanggal 1 April 2000 adalah merupakan Kick Off Day Dana Abadi HKBP, maka setiap tanggal 1 (satu) Bank BNI akan menerbitkan SERTIFIKAT DEPOSITO DANA ABADI HKBP sebesar baki akhir bulan sebelumnya yaitu setiap kelipatan satu juta rupiah.

6. Bunga Bulanan Deposito Abadi/Tetap dapat dicairkan untuk pelaksanaan Program Sentralisasi dimulai secara bertahap khususnya daerah (Jemaat) yang kurang mampu.

  

DANA ABADI HKBP PER 31 DESEMBER 2013

 

STATUS DANA ABADI HKBP
Nomor Rekening 0061254320
POSISI DANA PERIODE PER TANGGAL 31-Dec-13
SALDO REK. GIRO                13,228,863
JASA GIRO DAN BUNGA                       18,841
TOTAL DEPOSITO ABADI           3,836,200,000
BUNGA DEPOSITO                10,954,979
TOTAL DANA DEPOSITO & GIRO           3,849,428,863
 
POSISI DANA PERIODE PER TANGGAL 31-Jan-14
SALDO REK. GIRO                13,680,503
JASA GIRO DAN BUNGA                       19,166
TOTAL DEPOSITO ABADI           3,847,100,000
BUNGA DEPOSITO                11,351,640
TOTAL DANA DEPOSITO & GIRO           3,860,780,503
 © PREPARED BY PM BANJARNAHOR – KETUA DANA ABADI HKBP 

PROGRESS DANA ABADI HKBP PER JULI 2013

STATUS DANA ABADI HKBP
Nomor Rekening 0061254320
POSISI DANA PERIODE PER TANGGAL 30/06/2013
SALDO REK. GIRO                12,373,190
JASA GIRO DAN BUNGA                       17,963
TOTAL DEPOSITO ABADI           3,770,700,000
BUNGA DEPOSITO                11,130,398
TOTAL DANA DEPOSITO & GIRO           3,783,073,190
   
POSISI DANA PERIODE PER TANGGAL 31/07/2013
SALDO REK. GIRO                12,175,151
JASA GIRO DAN BUNGA                       18,124
TOTAL DEPOSITO ABADI           3,781,700,000
BUNGA DEPOSITO                10,801,961
TOTAL DANA DEPOSITO & GIRO           3,793,875,151
 © PREPARED BY PM BANJARNAHOR – KETUA DANA ABADI HKBP 

Laporan Dana Abadi HKBP per Desember 2012 s/d Februari 2013

STATUS DANA ABADI HKBP, Sumber BNI ab. Tarutung
POSISI DANA PERIODE PER TANGGAL 31-Dec-12
SALDO REK. GIRO. 0061254320 11,680,271
JASA GIRO DAN BUNGA 18,236
TOTAL DEPOSITO ABADI 3,706,800,000
BUNGA DEPOSITO 10,591,925
TOTAL DANA DEPOSITO & GIRO 3,718,180,271

POSISI DANA PERIODE PER TANGGAL 31-Jan-13
SALDO REK. GIRO. 0061254320 12,156,494
JASA GIRO DAN BUNGA 18,276
TOTAL DEPOSITO ABADI 3,717,000,000
BUNGA DEPOSITO 10,976,223
TOTAL DANA DEPOSITO & GIRO 3,729,156,494

POSISI DANA PERIODE PER TANGGAL 28-Feb-13
SALDO REK. GIRO. 0061254320 12,161,073
JASA GIRO DAN BUNGA 16,312
TOTAL DEPOSITO ABADI 3,728,000,000
BUNGA DEPOSITO 11,004,579
TOTAL DANA DEPOSITO & GIRO 3,740,161,073
© PREPARED BY PM BANJARNAHOR – KETUA DANA ABADI HKBP

Laporan Dana Abadi HKBP per Desember 2012 s/d Februari 2013

STATUS DANA ABADI HKBP, Sumber BNI ab. Tarutung
POSISI DANA PERIODE PER TANGGAL 31-Dec-12
SALDO REK. GIRO. 0061254320                11,680,271
JASA GIRO DAN BUNGA                       18,236
TOTAL DEPOSITO ABADI           3,706,800,000
BUNGA DEPOSITO                10,591,925
TOTAL DANA DEPOSITO & GIRO           3,718,180,271
   
POSISI DANA PERIODE PER TANGGAL 31-Jan-13
SALDO REK. GIRO. 0061254320                12,156,494
JASA GIRO DAN BUNGA                       18,276
TOTAL DEPOSITO ABADI           3,717,000,000
BUNGA DEPOSITO                10,976,223
TOTAL DANA DEPOSITO & GIRO           3,729,156,494
   
POSISI DANA PERIODE PER TANGGAL 28-Feb-13
SALDO REK. GIRO. 0061254320                12,161,073
JASA GIRO DAN BUNGA                       16,312
TOTAL DEPOSITO ABADI           3,728,000,000
BUNGA DEPOSITO                11,004,579
TOTAL DANA DEPOSITO & GIRO           3,740,161,073
© PREPARED BY PM BANJARNAHOR – KETUA DANA ABADI HKBP

Laporan Dana Abadi HKBP as per Desember 2012

Laporan Dana Abadi HKBP as per Desember 2012

DANA ABADI HKBP

2011-Apr-04- PROGRESS DANA ABADI HKBP

PT.BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK
TARUTUNG
DAFTAR NAMA PENYETOR UNTUK DANA ABADI
PROGRESS DANA ABADI HKBP, PER 30 APR 2011
NO NAMA PENYETOR DANA MASUK (Donatur-Bunga Depo-Jasa Giro) KUMULATIVE SETOR – ASAL
           
SALDO DA PER 31 MAR  2011   3.461.106.210     3.461.106.210    
               
1 Jasa Giro                   6.922     3.461.113.132 BNI Balige  
2 Bunga Deposito         13.357.316     3.474.470.448 BNI Balige  
3 Jaholbin Rumahobo         45.972.900     3.520.443.348 Kayu Mas Jkt  
4                            –       3.520.443.348    
               
JUMLAH PER 30 APR 2011   3.520.443.348     3.520.443.348    
             
             
             
TERIMA KASIH PARTISIPASI ANDA 
           
TUHAN JESUS RAJA GEREJA MEMBERKATI SAUDARA
 
DANA ABADI HKBP
NO. REK : 006-125-4320
BANK BNI – CABANG TARUTUNG
           

2010-06-JUN- PROGRESS DANA ABADI HKBP

PT.BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK
TARUTUNG
DAFTAR NAMA PENYETOR UNTUK DANA ABADI
PROGRESS DANA ABADI HKBP, PER 30 JUN 2010
NO NAMA PENYETOR DANA MASUK (Donatur-Bunga Depo-Jasa Giro) KUMULATIVE SETOR – ASAL
           
SALDO DA PER 31 MEI 2010   3.328.760.777     3.328.760.777    
               
1 Jasa Giro                   4.540     3.328.765.317 BNI Balige  
2 Bunga Deposito         12.860.304     3.341.625.621 BNI Balige  
3 None                          –       3.341.625.621    
4 NN 1210004481176              300.000     3.341.925.621    
               
JUMLAH PER 30 JUNI 2010   3.341.925.621     3.341.925.621    
             
             
             
TERIMA KASIH PARTISIPASI ANDA 
           
TUHAN JESUS RAJA GEREJA MEMBERKATI SAUDARA
 
DANA ABADI HKBP
NO. REK : 006-125-4320
BANK BNI – CABANG TARUTUNG
           
           
           
               

USULAN AMANDEMEN AP HKBP 2002 OLEH HKBP RESS. MENTENG JKT

USULAN AMANDEMEN AP HKBP 2002

Berdasarkan Persetujuan Rapat Ressort

HKBP Ressort: Menteng, Jln.Jambu No.46 Menteng, Jakarta Pusat

Rapat Ressort Tanggal: Sabtu, 23 Januari 2010

List Amandemen Terdiri dari :

 

                      I.        Peraturan HKBP Bab IV Pasal 18, Majelis Pekerja Sinode (MPS) diliquidasi, kembali kepada sistim lama MAJELIS PUSAT

                    II.        Peraturan HKBP Bab IV Pasal 13, Pasal 14 dan Pasal 15, Departemen Koinonia, Marturia dan Diakonia (DIHAPUSKAN)

                   III.        Peraturan HKBP Bab IV Pasal 10 dan Pasal 11, Ephorus HKBP. Syarat dan Pemilihannya Berubah

                   IV.        Peraturan HKBP Bab IV Pasal 12, Sekretaris Jenderal HKBP. Syarat dan Pemilihannya Berubah

                    V.        Peraturan HKBP Bab VII-4.2, Rapat Majelis Pekerja Sinode, posisinya diambil menjadi RAPAT MAJELIS PUSAT

                   VI.        Peraturan HKBP Bab III Pasal 8 dan Pasal 9, Distrik. Syarat dan Pemihannya Berubah

                  VII.        Peraturan HKBP Bab VII-4.1, Rapat Tingkat Pusat Sinode Agung. Perubahan Agenda & Peserta

                VIII.        Peraturan HKBP Bab VII-4.3, Rapat Pimpinan HKBP (Dihapuskan)

 

  1. 1.     USULAN DARI HURIA

 

Majelis Pekerja Sinode (MPS) di hapuskan. MPS diganti dengan Majelis Pusat/kembali kepada Sistim Organisasi lama sebelum AP HKBP 2002.

 

BINDU

Peraturan HKBP Bab IV Pasal 18, Majelis Pekerja Sinode (MPS)

 

REDAKSIONAL LAMA

Pengertian

Majelis Pekerja Sinode adalah rapat yang bertugas memikirkan cara melaksanakan Keputusan Sinode Agung.

 

Anggotanya.

Ephorus

Sekretaris Jenderal

Kepala Departemen Koinonia

Kepala Departemen Marturia

Kepala Departmen Diakonia

Semua Praeses

Ketua Sekolah Tinggi Theologia

Ketua Badan Penelitian dan Pengembangan HKBP

Kepala Badat Audit HKBP

Ketua Badan Penyelenggara Pendidikan HKBP

Ketua Rapat Pendeta

Seorang Utusan Guru Huria

Seorang Utusan Bibelvrow

Seorang Utusan Diakones

Dua orang utusan distrik dari anggota Sinode Agung ….. dst

 

Periodenya

Periodenya 4 tahun

 

ALASAN AMANDEMEN SIAN HURIA

 

  1. 1.    Fungsi Kontrol sudah tidak berjalan, sebab MPS bukan Majelis Pusat, sehingga tugas dan tanggungjawabnya tidak menjadi maksimal melainkan hanya sebagai pelengkap rapat di MPS sesuai AP HKBP 2002
  2. 2.    Sebelum AP HKBP 2002, Fungsi Kontrol di HKBP sepenuhnya ada pada Majelis Pusat dan Sinode Godang.
  3. 3.    MPS tidak terlibat dalam pengambilan keputusan. Semua Keputusan-keputusan HKBP hanya akan ditetapkan oleh 5 (lima) orang Pimpinan
  4. 4.    Arah kebijakan dan keputusan2 strategis HKBP yang beranggotakan berjumlah 3,5 juta jiwa dan 4.000 jemaat termasuk aset yang tersebar di penjuru Nusantara hanya akan diputuskan oleh tidak lebih dari 5 orang Pendeta (Ephorus,Sekjen,Kadep Koinonia, Marturia dan Diakonia) Ini sungguh merupakan otoritas LUAR BIASA.
  5. 5.    Jumlah MPS terlalu besar (91 orang) dan tidak efektif. Majelis Pusat cukup 31 orang sebagai representasi seluruh anggota HKBP yaitu terdiri dari Ephorus, Sekjen, 10 orang Pendeta, 10 orang Sintua, satu Ketua Rapat Pendeta, satu Guru Huria, satu Bibelvrow, satu Diakones dan lima tenaga ahli dari anggota Jemaat.
  6. 6.    Melalui Majelis Pusat pemberdayaan warga jemaat HKBP menjadi optimal dan nyata. 

 

KEPUTUSAN RAPAT RESSORT

Rapat Ressort menyetujui amandemen pasal ini.

ALASAN DITOLOPI/DANG DITOLOPI

Rapat Ressort menyetujui amandemen pasal ini.

REDAKSIONAL NADITOLOPI

Pengertian.

Majelis Pusat adalah badan yang bekerja untuk membantu Ephorus HKBP melalui Rapat Majelis Pusat “laho manogunogu sandok HKBP”.

Anggotanya:

Ephorus (1)

Sekretaris Jenderal (1)

Unsur Pendeta (10)

Unsur Sintua (10)

Ketua Rapat Pendeta (1)

Seorang Utusan Guru Huria (1)

Seorang Utusan Bibelvrow (1)

Seorang Utusan Diakones (1)

Lima orang Tenaga Ahli (5)

 

Periodenya

4 tahun

 

Syarat Menjadi Majelis Pusat

 

(i)    Paling sedikitnya telah menerima tahbisan kependetaan, Sintua, Guru Huria, Bebelvrow dan Diakones 10 tahun dan melayani secara terus menerus di HKBP

(ii)  Tidak pernah dikenai sanksi Peraturan Penggembalaan dan Siasat Gereja HKBP

(iii) Sehat rohani dan jasmani

(iv) Usianya tidak lebih dari 61 tahun pada saat pemilihan

(v)   Khusus untuk calon Majelis Pusat dari unsur Pendeta dan Sintua, dipilih di Sinode Agung melalui sistem “manjomput nasinurat” :

 

  1. a.    Sinode Godang menjaring 20 orang calon melalui pemungutan suara.
  2. b.    Dari 20 orang calon dipilih 10 orang melalui sistem “manjomput nasinurat”

 

Periodenya

 

Periodenya 4 tahun dan dapat dipilih dua kali berturut turut

 

Pemilihan

 

(a)  Panitia Pemilihan adalah seorang Pendeta dan seorang Non Pendeta yang diajukan oleh setiap Distrik dan dipimpin oleh Pendeta tertua anggota Sinode Agung.

(b)  Pendeta tertua dari peserta dari peserta Sinode Agung yang melantik Ephorus terpilih dalam satu Kebaktian Minggu di Gereja.

(c)  Cara dan Proses Pemilihan Majelis Pusat

 

  1. 1.     PEMBUKAAN KEBAKTIAN, KEBAKTIAN DIPIMPIN PENDETA TERTUA YANG MENJADI KETUA PEMILIHAN
  2. 2.     BERNYANYI BE No.
  3. 3.     VOTUM & INTROITUS
  4. 4.     BERNYANYI BE No.
  5. 5.     PENGAMPUNAN DOSA
  6. 6.     BERNYANYI BE No.
  7. 7.     KHOTBAH (PENGANTAR UNTUK PEMILIHAN)
  8. 8.     BERNYANYI BE No.

PADA SAAT BERNYANYI, SEMUA CALON MAJELIS PUSAT MAJU KEDEPAN SATU PERSATUDAN MENGHADAP PEMIMPIN IBADAH.

  1. 9.     DIMULAI DARI URUTAN PALING KANAN MASING-MASING CALON MENGAMBIL SATU GULUNGAN KERTAS SUARA DARI WADAH YANG SUDAH DIPERSIAPKAN, DISERAHKAN KEPADA PEMIMPIN IBADAH UNTUK DIBUKA.

10.  CALON YANG “MANJOMPUT” GULUNGAN KERTAS SUARA TANPA TULISAN KEMBALI DUDUK KE TEMPATNYA DAN YANG ADA TULISAN “MAJELSI PUSAT” TETAP BERDIRI DITEMPAT.

11.  MAJELSI PUSAT TERPILIH MENGHADAP KE ANGGOTA SINODE AGUNG

12.  BERNYANYI BE No. (ATAS BIMBINGAN TUHAN ATAS TERPILIHNYA MAJELIS PUSAT  HKBP)

13.  BERDOA MENGUCAP SUKUR DAN DOA PENUTUP

 

TUJUAN

 

  1. 1.    Meningkatkan daya efektifitas pimpinan dalam peningkatan pelayanan.
  2. 2.    Demi kemajuan Huria memasuki milenium baru.
  3. 3.    Meningkatkan pelayanan HKBP secara menyeluruh (pelayanan kedalam dan keluar HKBP).
  4. 4.    Didalam penetapan dan implementasi kebijakan, keputusan2 strategis HKBP akan lebih terarah dan terkendali. 
  5. 5.    Tingkat ketajaman Fungsi Kontrol akan lebih baik dan transfaran.  6.Pemberdayaan anggota jemaat khususnya non Pendeta akan menjadi nyata dan membawa dampak yang lebih baik.   

 

HATORANGAN

 

                   Cukup Jelas

 

  1. 2.     USULAN DARI HURIA

 

Departemen Koinonia, Departemen Marturia dan Departemen Diakonia dihapus (diliquidasi)

 

BINDU

Peraturan HKBP Bab IV Pasal 13, Pasal 14 dan Pasal 15, Departemen Koinonia, Marturia dan Diakonia

 

REDAKSIONAL LAMA

Sebagaimana tertuang pada Pasal 13, 14 dan 15 (tidak perlu ditulis lagi karena seluruhnya langsung dihapus)

 

ALASAN AMANDEMEN SIAN HURIA

 

  1. a.    Kegiatan masing masing Kepala Departemen yang berkantor di Kantor Pusat sangatlah bersifat OPERASIONAL, tetapi pengalaman menunjukkan bahwa kinerja mereka tidak menjadi  efisien dan efektif.
  2. b.    Kedudukan sebagai Kepala Bidang  sebagaimana saat sekarang ini,  melekat dibawah koordinasi dan kendali OPERASIONAL oleh Praeses, maka Dewan-dewan di masing-masing Huria akan lebih efisien dan efektif.
  3. c.    Di tingkat pusat cukup dengan Kepala Biro Koinonia, Marturia, Diakonia.

 

KEPUTUSAN RAPAT RESSORT

 

Rapat Ressort menyetujui penghapusan pasal ini.

 

ALASAN DITOLOPI/DANG DITOLOPI

 

Rapat Ressort menyetujui penghapusan pasal ini.

REDAKSIONAL NADITOLOPI

Tidak ada lagi redaksional karena sudah dihapus.

 

TUJUAN

  1. a.    Aktifitas Koinonia, Marturia dan Diakonia yang selama ini berada  di tingkat huria dengan koordinasi Praeses, akan semakin aktif, dinamis, terperhatikan  dan lebih terkendali.
  2. b.    Mengurangi Biaya Operasional di tingkat pusat.
  3. c.    Memberdayakan Distrik, Ressort dan Huria secara optimal.

HATORANGAN

Cukup Jelas

 

  1. 3.     USULAN DARI HURIA

 

Umum, Syarat menjadi Ephorus dan Cara Pemilihannya dirubah.

 

BINDU

Peraturan HKBP Bab IV Pasal 10 dan Pasal 11, Ephorus HKBP

 

REDAKSIONAL LAMA

 

Pasal 10. Umum

HKBP umum adalah kesatuan segenap HKBP yang meliputi jemaat, resort, distrik, lembaga-lembaga maupun yayasan-yayasan yag dipimpin oleh Ephorus. Pelayanan umum dilakukan oleh Ephorus, Sekretaris Jenderal,Kepala Departemen Koinonia, Kepala Departemen Marturia, Kepala Departemen Diakonia, Yayasan, Ketua Rapat Pendeta, Majelis Pekerja Sinode, Badan Audit HKBP, Badan Usaha HKBP, Badan Penyelenggara pendidikan HKBP, Badan penelitian Pengembangan HKBP, Bendahara Umum dan komisi.

Pasal 11. Ephorus

 

1.5 Memimpin segenap HKBP bersama-sama dengan Sekretaris Jenderal dan Kepala Departemen berdasarkan Alkitab, Konfessi, Aturan Peraturan, dan Peraturan Penggembalaan dan Siasat Gereja sebagai manifestasi kepatuhannya kepada Yesus Kristus, Raja Gereja. Ephorus dapat mendelegasikan wewenang melaksanakan tugas-tugas tertentu kepada Sekretaris Jenderal, Kepala Departemen, atau Praeses sesuai dengan kebutuhannya.

1.7 Memimpin Rapat Pimpinan HKBP

1.11 Menyusun … dst

1.17 Menerima usul Amandemen AP HKBP

Syarat Menjadi Ephorus

 

2.1 Paling sedikitnya … dst

2.2 Tidak pernah … dst

2.3 Sehat rohani dan jasmani

2.4 Usianya tidak lebih dari 61 tahun pada saat pemilihan

2.5 Dipilih oleh Sinode Agung

 

Periodenya

Periodenya 4 tahun dan dapat dipilih dua kali berturut turut

 

Pemilihan

 

4.1  Tiap Sinode Distrik mencalonkan satu atau dua calon …. dst

4.2  Sinode Agung memilih …. dst

4.3  Panitia Pemilihan adalah …. dst

4.4. Pendeta tertua dari peserta …. dst

 

Berhenti dan Berhalangan

 

5.1 Berhenti

 

   a. Periodenya selesai

   b. Minta berhenti

   c. Terkena sanksi …. Dst

   d. Meninggal dunia.

 

5.2 Berhalangan

 

  • Berhalangan tidak tetap ….. dst
  • Berhalangan tetap
    • Apabila Ephorus …. Dst
    • Selama Kepala Departemen Koinonia …. dst  

 

ALASAN AMANDEMEN SIAN HURIA

 

  1. a.    Cara pemilihan sekarang ini, terlalu menyita tenaga, waktu dan biaya
  2. b.    Cara pemilihan sekarang ini, sudah melakukan kampanye kampanye yang kurang positif bahkan menjurus kepada kampanye negatif melalui Tim Sukses
  3. c.    Cara pemilihan pimpinan HKBP perlu diselamatkan dari kampanye yang semakin buruk misalnya “money politics”

 

KEPUTUSAN RAPAT RESSORT

 

Disetuji oleh Rapat Ressort

 

ALASAN DITOLOPI/DANG DITOLOPI

 

Disetujui oleh Rapat Ressort

 

REDAKSIONAL NADITOLOPI

 

Pasal 10. Umum

HKBP umum adalah kesatuan segenap HKBP yang meliputi jemaat, ressort, distrik, lembaga-lembaga maupun yayasan-yayasan yag dipimpin oleh Ephorus. Pelayanan umum dilakukan oleh Ephorus, Sekretaris Jenderal, Majelis Pusat, Ketua Rapat Pendeta,  Badan Audit HKBP, Badan Usaha HKBP, Badan Penyelenggara Pendidikan HKBP, Badan Penelitian Pengembangan HKBP, Bendahara Umum dan Komisi.

Pasal 11. Ephorus

 

1.5 Memimpin segenap HKBP bersama-sama dengan Sekretaris Jenderal dan Majelis Pusat berdasarkan Alkitab, Konfesi, Aturan Peraturan, dan Peraturan Penggembalaan dan Siasat Gereja sebagai manifestasi kepatuhannya kepada Yesus Kristus, Raja Gereja. Ephorus dapat mendelegasikan wewenang melaksanakan tugas-tugas tertentu kepada Sekretaris Jenderal, Majelis Pusat, atau Praeses sesuai dengan kebutuhannya.

1.7 Memimpin Rapat Majelis Pusat

1.11 Menyusun Rencana Strategis HKBP untuk disampaikan kepada Sinode Agung dan Rencana Tahunan HKBP dan Rencana Anggaran Pendapatan Belanja yang akan disampaikan kepada Majelis Pusat untuk ditetapkan.

1.17 Melaksanakan Pembaharuan AP HKBP setiap sepuluh tahun

Syarat Menjadi Ephorus

2.1 Paling sedikitnya … dst tdk ada perubahan

2.2 Tidak pernah … dst tdk ada perubahan

2.3 Sehat rohani dan jasmani

2.4 Usianya tidak lebih dari 61 tahun pada saat pemilihan

2.5 Dipilih di Sinode Agung melalui sistim “manjomput nasinurat”

 

Periodenya

 

Periodenya 4 tahun dan dapat dipilih dua kali berturut turut

 

Pemilihan

 

4.1  Tiap Sinode Distrik mencalonkan satu atau dua calon …. dst tidak ada perubahan

4.2  Panitia Pemilihan adalah seorang Pendeta dan seorang Non Pendeta yang diajukan oleh setiap Distrik dan dipimpin oleh Pendeta tertua anggota Sinode Agung.

4.3. Pendeta tertua dari peserta dari peserta Sinode Agung yang melantik Ephorus terpilih dalam satu Kebaktian Minggu di Gereja.

 

4.4. Cara dan Proses PEMILIHAN EPHORUS

 

  1. 1.    PEMBUKAAN KEBAKTIAN, KEBAKTIAN DIPIMPIN PENDETA TERTUA YANG MENJADI KETUA PEMILIHAN
  2. 2.    BERNYANYI BE No.
  3. 3.    VOTUM & INTROITUS
  4. 4.    BERNYANYI BE No.
  5. 5.    PENGAMPUNAN DOSA
  6. 6.    BERNYANYI BE No.
  7. 7.    KHOTBAH (PENGANTAR UNTUK PEMILIHAN)
  8. 8.    BERNYANYI BE No.

PADA SAAT BERNYANYI, SEMUA CALON EPHORUS MAJU KEDEPAN SATU PERSATU DAN MENGHADAP PEMIMPIN IBADAH.

  1. 9.    DIMULAI DARI URUTAN PALING KANAN MASING-MASING CALON MENGAMBIL SATU GULUNGAN KERTAS SUARA DARI WADAH YANG SUDAH DIPERSIAPKAN, DISERAHKAN KEPADA PEMIMPIN IBADAH UNTUK DIBUKA.

10.  CALON YANG “MANJOMPUT” GULUNGAN KERTAS SUARA TANPA TULISAN KEMBALI DUDUK KE TEMPATNYA DAN YANG ADA TULISAN “EPHORUS” TETAP BERDIRI DITEMPAT.

11.  EPHORUS TERPILIH MENGHADAP KE ANGGOTA SINODE AGUNG

12.  BERNYANYI BE No. (ATAS BIMBINGAN TUHAN ATAS TERPILIHNYA EPHORUS HKBP

13.  BERDOA MENGUCAP SUKUR DAN DOA PENUTUP

 

Berhenti dan Berhalangan

 

5.1 Berhenti

 

   a. Periodenya selesai

   b. Minta berhenti

   c. Terkena sanksi …. Dst

   d. Meninggal dunia.

 

5.2 Berhalangan

 

  1. a.    Berhalangan tidak tetap …….…., tugas EPHORUS didelegasikan kepada SEKRETARIS JENDERAL.
  2. b.    Berhalangan Tetap

 

  1. 1.    Apabila Ephorus meninggal dunia atau tidak dapat lagi menjalankan tugas pelayanannya, maka untuk waktu sementara selama 3 bulan jabatan EPHORUS dipegang oleh anggota Majelis Pusat tertua dari unsur Pendeta.
  2. 2.    Apabila masa periode hanya tersisa 6 (enam) bulan, maka anggota Majelis Pusat tertua dari unsur Pendeta akan menjabat sebagai pejabat EPHORUS hingga berakhirnya periode.
  3. 3.    Apabila masa periode masih tersisa lebih dari 6 (enam) bulan, maka Pejabat Ephorus, Sekretaris Jenderal bersama Majelis Pusat harus mengadakan Sinode Agung untuk memilih Ephorus yang baru.
  4. 4.    Selama Pejabat Ephorus memegang jabatan keephorusan yang dapat dilakukan adalah tugas-tugas rutin 

 

TUJUAN

 

  1. 1.    Pendewasan HKBP dalam segala bentuk pelayanannya yang demokratif berlandaskan kasih. 
  2. 2.    Menghindari konflik  kepentingan yang diakibatkan  tata cara pemilihan yang HKBP lakukan  selama ini.
  3. 3.    Menghindari adanya kelompok-kelompok yang berkepentingan melakukan intimidasi dalam menjelang maupun proses pemilihan Ehorus.
  4. 4.    Menghindari adanya “KKN”, “Team Sukses” dll, yang pada akhirnya menimbulkan persoalan baru dikalangan HKBP.

HATORANGAN

Cukup Jelas

  1. 4.     USULAN DARI GURIA

 

Syarat menjadi Sekretaris Jenderal dan Cara Pemilihannya dirubah.

 

BINDU

 

Peraturan HKBP Bab IV Pasal 12, Sekretaris Jenderal HKBP

 

REDAKSIONAL LAMA

 

Syarat Menjadi Sekretaris Jenderal

 

2.1 Paling sedikitnya … dst

2.2 Tidak pernah … dst

2.3 Sehat rohani dan jasmani

2.4 Usianya tidak lebih dari 61 tahun pada saat pemilihan

2.5 Dipilih oleh Sinode Agung

 

Periodenya

Periodenya 4 tahun dan dapat dipilih dua kali berturut turut

 

Pemilihan

 

4.1  Tiap Sinode Distrik mencalonkan satu atau dua calon …. dst

4.2  Sinode Agung memilih …. dst

4.3  Panitia Pemilihan adalah …. dst

4.4. Ephorus terpilih yang melantik Sekretaris Jenderal …. dst

 

ALASAN AMANDEMEN SIAN HURIA

 

  1. a.    Cara pemilihan sekarang ini, terlalu menyita tenaga, waktu dan biaya.
  2. b.    Cara pemilihan sekarang ini, sudah melakukan kampanye kampanye yang kurang positif bahkan menjurus kepada kampanye negatif melalui Tim Sukses.
  3. c.    Cara pemilihan pimpinan HKBP perlu diselamatkan dari kampanye yang semakin buruk misalnya “money politics”.

 

 

 

KEPUTUSAN RAPAT RESSORT

 

Rapat Ressort Menyetujui

 

ALASAN DITOLOPI/DANG DITOLOPI

 

Rapat Ressort Menyetujui

 

REDAKSIONAL NADITOLOPI

 

Syarat Menjadi Sekretaris Jenderal

 

2.1 Paling sedikitnya … dst tdk ada perubahan

2.2 Tidak pernah … dst tdk ada perubahan

2.3 Sehat rohani dan jasmani

2.4 Usianya tidak lebih dari 61 tahun pada saat pemilihan

2.5 Dipilih di Sinode Agung melalui sistem “manjomput nasinurat”

 

Periodenya

 

Periodenya 4 tahun dan dapat dipilih dua kali berturut turut

 

Pemilihan

 

4.1  Tiap Sinode Distrik mencalonkan satu atau dua calon …. dst tidak ada perubahan

4.2  Panitia Pemilihan adalah seorang Pendeta dan seorang Non Pendeta yang diajukan oleh setiap Distrik dan dipimpin oleh Pendeta tertua anggota Sinode Agung.

4.3. Ephorus terpilih yang melantik Sekretaris Jenderal dalam satu Kebaktian Minggu di Gereja.

 

4.4. Cara dan Proses PEMILIHAN Sekretaris Jenderal

 

  1. 1.     PEMBUKAAN KEBAKTIAN, KEBAKTIAN DIPIMPIN PENDETA TERTUA YANG MENJADI KETUA PEMILIHAN
  2. 2.     BERNYANYI BE No.
  3. 3.     VOTUM & INTROITUS
  4. 4.     BERNYANYI BE No.
  5. 5.     PENGAMPUNAN DOSA
  6. 6.     BERNYANYI BE No.
  7. 7.     KHOTBAH (PENGANTAR UNTUK PEMILIHAN)
  8. 8.     BERNYANYI BE No.

PADA SAAT BERNYANYI, SEMUA CALON SEKRETARIS JENDERAL MAJU KEDEPAN SATU PERSATU DAN MENGHADAP PEMIMPIN IBADAH.

  1. 9.     DIMULAI DARI URUTAN PALING KANAN MASING-MASING CALON MENGAMBIL SATU GULUNGAN KERTAS SUARA DARI WADAH YANG SUDAH DIPERSIAPKAN, DISERAHKAN KEPADA PEMIMPIN IBADAH UNTUK DIBUKA.

10.  CALON YANG “MANJOMPUT” GULUNGAN KERTAS SUARA TANPA TULISAN KEMBALI DUDUK KE TEMPATNYA DAN YANG ADA TULISAN “SEKRETARIS JENDERAL” TETAP BERDIRI DITEMPAT.

11.  SEKRETARIS JENDERAL TERPILIH MENGHADAP KE ANGGOTA SINODE AGUNG

12.  BERNYANYI BE No. (ATAS BIMBINGAN TUHAN ATAS TERPILIHNYA SEKRETARIS JENDERAL HKBP)

13.  BERDOA MENGUCAP SUKUR DAN DOA PENUTUP

 

Berhenti dan Berhalangan

 

5.1 Berhenti

 

   a. Periodenya selesai

   b. Minta berhenti

   c. Terkena sanksi Peraturan Penggembalaan dan Siasat Gereja HKBP

   d. Meninggal dunia.

 

5.2 Berhalangan

 

  1. a.    Berhalangan Tidak Tetap

Apabila  SEKRETARIS JENDERAL berhalangan karena sakit atau melakukan perjalanan dinas ke luar negeri, maka tugas Sekretaris Jenderal di delegasikan kepada Kepala Biro Jemaat.

 

  1. b.    Berhalangan Tetap

 

Apabila Sekretaris Jenderal meninggal dunia atau tidak dapat lagi menjalankan tugas pelayanannya, maka jabatan Sekretaris Jenderal dipegang oleh anggota tertua Majelis Pusat dari unsur Pendeta sampai akhir periode.

 

TUJUAN

 

  1. 1.    Pendewasan HKBP dalam segala bentuk pelayanannya yang demokratif berlandaskan kasih.
  2. 2.    Menghindari konflik  kepentingan yang diakibatkan  tata cara pemilihan yang HKBP lakukan  selama ini.
  3. 3.    Menghindari adanya kelompok-kelompok yang berkepentingan melakukan intimidasi dalam menjelang maupun proses pemilihan Ehorus.
  4. 4.    Menghindari adanya “KKN”, “Tim Sukses” dll, yang pada akhirnya menimbulkan persoalan baru dikalangan HKBP.

HATORANGAN

 

Cukup Jelas

 

  1. 5.     USULAN DARI HURIA

 

Rapat Majelis Pekerja Sinode (MPS) diganti menjadi Rapat Majelis Pusat kembali kepada sistem organisasi yang lama yaitu sebelum AP HKBP 2002.

 

BINDU

 

Peraturan HKBP Bab VII-4.2, Rapat Majelis Pekerja Sinode

 

REDAKSIONAL LAMA

 

Bab VII-4.2 Rapat Majelis Pekerja Sinode

 

a.Tugasnya

 

  1. 1.    MENETAPKAN RENCANA TAHUNAN DAN  ANGGARAN PENDAPATAN BELANJA TAHUNAN HKBP
  2. 2.    MEMILIH KEPALA BADAN AUDIT HKBP DAN KEPALA BADAN USAHA
  3. 3.    MENERIMA DAN MEMBICARAKAN LAPORAN BADAN AUDIT HKBP
  4. 4.    MENERIMA PERTANGGUNGJAWABAN BADAN USAHA HKBP
  5. 5.    MENETAPKAN PERATURAN PERATURAN YANG BELUM DIATUR DALAM AP HKBP DEMI MEMANTAPKAN PELAYANAN DI HKBP

 

b.Pimpinannya

    Ephorus

c.Anggotanya

 

Ephorus

Sekretaris Jenderal

Kepala Departemen Koinonia

Kepala Departemen Marturia

Kepala Departmen Diakonia

Semua Praeses

Ketua Sekolah Tinggi Theologia

Ketua Badan Penelitian dan Pengembangan HKBP

Kepala Badat Audit HKBP

Ketua Badan Penyelenggara Pendidikan HKBP

Ketua Rapat Pendeta

Seorang Utusan Guru Huria

Seorang Utusan Bibelvrow

Seorang Utusan Diakones

Dua orang utusan Distrik dari anggota Sinode Agung ….. dst

 

Waktunya

Paling sedikit setahun sekali

 

ALASAN AMANDEMEN SIAN HURIA

 

  1. 1.    Fungsi Kontrol sudah tidak berjalan, sebab MPS bukan Majelis Pusat, sehingga tugas dan tanggungjawabnya tidak menjadi maksimal melainkan hanya sebagai pelengkap rapat di MPS sesuai AP HKBP 2002
  2. 2.    Sebelum AP HKBP 2002, Fungsi Kontrol di HKBP sepenuhnya ada pada Majelis Pusat dan Sinode Godang.
  3. 3.    MPS tidak terlibat dalam pengambilan keputusan. Semua Keputusan-keputusan HKBP hanya akan ditetapkan oleh 5 (lima) orang Pimpinan
  4. 4.    Arah kebijakan dan keputusan-keputusan strategis HKBP yang beranggotakan berjumlah 3,5 juta jiwa dan 4.000 jemaat termasuk aset yang tersebar di penjuru Nusantara hanya akan diputuskan oleh tidak lebih dari 5 orang Pendeta (Ephorus,Sekjen,Kadep Koinonia, Marturia dan Diakoni). Ini sungguh merupakan otoritas LUAR BIASA.
  5. 5.    Jumlah MPS terlalu besar (91 orang) dan tidak efektif. Majelis Pusat cukup 31 orang sebagai representasi seluruh anggota HKBP yaitu terdiri dari Ephorus, Sekjen, 10 orang Pendeta, 10 orang Sintua, satu Ketua Rapat Pendeta, satu Guru Huria, satu Bibelvrow, satu Diakones dan lima tenaga ahli dari anggota Jemaat.
  6. 6.    Melalui Majelis Pusat pemberdayaan warga jemaat HKBP menjadi optimal dan nyata. 

KEPUTUSAN RAPAT RESSORT

Rapat Ressort Menyetujui

 

 

ALASAN DITOLOPI/DANG DITOLOPI

Rapat Ressort Menyetujui

 

 

REDAKSIONAL NADITOLOPI

 

Tugasnya

  1. 1.     MELAKSANAKAN SIKAP UMUM HKBP SEBAGAIMANA DITETAPKAN SINODE AGUNG
  2. 2.     MEMIKIRKAN  METODE UNTUK MENGEMBANGKAN KEHIDUPAN DI MASING-MASING JEMAAT, RESSORT, DISTRIK, DEPARTEMEN,  LEMBAGA DAN YAYASAN
  3. 3.     MEMBENTUK  KOMISI, PANITIA DAN TIM YANG DISESUAIKAN DENGAN KEBUTUHAN DARI MAJELIS PUSAT ATAU DARI ANGGOTA JEMAAT.
  4. 4.     MENETAPKAN TEMPAT PELAYANAN MASING -MASING PRAESES
  5. 5.     MENETAPKAN TEMPAT SINODE AGUNG BIASA DAN SINODE AGUNG LUAR BIASA
  6. 6.     MELAKUKAN TEROBOSAN UNTUK  REVISI DAN MELENGKAPI  ATURAN DI DEPARTEMEN,  LEMBAGA DAN YAYASAN YANG BELUM  DIATUR DALAM AP HKBP DAN AKAN DIPERTANGGUNGJAWABKAN DI SINODE AGUNG
  7. 7.     MENGAWASI  LEMBAGA PENDIDIKAN THEOLOGIA HKBP
  8. 8.     MENGAWASI HUBUNGAN DENGAN  GEREJA LAIN DAN BADAN YANG ADA DI INDONESIA DAN LUAR NEGERI
  9. 9.     MEMELIHARA HUBUNGAN YANG BAIK DENGAN PEMERINTAH MELALUI SIKAP DAN PERBUATAN UNTUK BERDIRINYA KEBENARAN DAN KEADILAN DI TENGAH BANGSA

10.  MENCALONKAN PRAESES SEBANYAK DUA KALI JUMLAH DISTRIK YANG ADA

11.  MENETAPKAN ANGARAN BELANJA HKBP SETIAP TAHUN

12.  MENGAWASI KEUANGAN DI DEPARTEMEN, LEMBAGA, YAYASAN DAN JEMAAT

13.  MEMIKIRKAN PERBAIKAN PEMBAHARUAN SISTEM ADMINISTRASI KEUANGAN

14.  MEMIKIRKAN CASH FLOW HATOPAN HKBP

15.  MENGAWASI KOMISI BEASISWA HKBP

16.  MENETAPKAN SISTEM PENGGAJIAN TERMASUK PEMASUKAN DANA

17.  MEMBAHAS DAN MENETAPKAN LAPORAN YAYASAN UNIVERSITAS HKBP NPMMENSEN

18.  MENGANGKAT DAN MEMBERHENTIKAN ANGGOTA YAYASAN UNIVERSITAS NOMMENSEN

19.  MEMPERTIMBANGKAN DAN MEMUTUSKAN REKTOR YANG DIUSULKAN OLEH YAYASAN

20.  BERDASARKAN KEPENTINGANNYA DAPAT DILAKUKAN KONSULTASI HUKUM UNTUK MEMBANTU BIRO HUKUM

TUJUAN

 

  1. 1.    Meningkatkan daya efektifitas pimpinan dalam pelayanan.
  2. 2.    Demi kemajuan Huria mengikuti perkembangan yang sifatnya global dengan paradigma baru.
  3. 3.    Meningkatkan pelayanan HKBP yang dapat menyuarakan suara kenabian.
  4. 4.    Didalam penetapan dan implementasi kebijakan, keputusan-keputusan strategis HKBP akan lebih terarah dan terkendali. 
  5. 5.    Fungsi kontrol (pengawasan) akan lebih tajam dan transparan.
  6. 6.    Memberdayakan anggota jemaat khususnya non Pendeta yang akan  membawa dampak lebih baik.   

 

HATORANGAN

Cukup Jelas

 

  1. 6.     USULAN DARI HURIA

 

Syarat menjadi Distrik, Praeses dan Cara Pemilihannya dirubah.

 

 

BINDU

 

Peraturan HKBP Bab III Pasal 8 dan Pasal 9, Distrik

 

REDAKSIONAL LAMA

 

Pasal 8 Distrik

1.Pengertian

Distrik adalah …… dst

 

2.Syarat mendirikan Distrik

    2.1 Paling … dst

    2.2 Letaknya Sesuai … dst

    2.3 Mampu melaksanakan … dst

    2.4 Mampu memenuhi … dst

    2.5 Pimpinan … dst

    2.6 Majelis Pekerja … dst

 

Pasal 9, Yang Melayani Distrik

 

1.Praeses

 

                  1.1 Tugasnya

  1. d.    Memim …dst
  2. e.    Me … dst
  3. f.      Me … dst
  4. g.    Mem …dst
  5. h.    Me ..dst
  6. i.      Me .. dst
  7. j.      Me .. dst
  8. k.     Me … dst
  9. l.      Me … dst
  10. m.   Me … dst
  11. n.    Me … dst
  12. o.    Me … dst
  13. p.    Me … dst
  14. q.    Me … dst

 

Periodenya

6 tahun

 

Syarat Menjadi Praeses

2.1 Paling sedikitnya telah menerima tahbisan kependetaan, Sintua, Guru Huria, Bibelvrow dan Diakones 10 tahun dan melayani secara terus menerus di HKBP

2.2 Tidak pernah dikenai sanksi Peraturan Penggembalaan dan Siasat Gereja HKBP

2.3 Sehat rohani dan jasmani

2.4 Usianya tidak lebih dari 61 tahun pada saat pemilihan

2.5 Dipilih oleh Sinode Agung

 

Pemilihan

 

4.1  Tiap Sinode Distrik mencalonkan tiga … dst.

4.2  Ephorus menyampaikan …. dst.

4.3. Sinode Agung …. dst

4.4. Panitia … dst

4.5. Ephorus terpilih …dst

 

Periodenya

 

Periodenya 4 tahun dan dapat dipilih dua kali berturut turut

 

 

ALASAN AMANDEMEN SIAN HURIA

Syarat Pemilihan dirubah

 

KEPUTUSAN RAPAT RESSORT

Rapat Ressort Menyetujui

 

 

ALASAN DITOLOPI/DANG DITOLOPI

Rapat Ressort Menyetujui

 

 

REDAKSIONAL NADITOLOPI

Peraturan HKBP Bab III Pasal 8 dan Pasal 9, Distrik

 

REDAKSIONAL LAMA

 

Pasal 8 Distrik

1.Pengertian

Distrik adalah …… dst tidak ada perubahan

 

2.Syarat mendirikan Distrik

    2.1 Paling … dst tidak ada perubahan

    2.2 Letaknya Sesuai … dst tidak ada perubahan

    2.3 Mampu melaksanakan dan mewujudkan kegiatan kegiatan yang ditetapkan oleh Sinode Agung, Majelis Pusat, Sinode Distrik dan Majelis Pekerja Sinode Distrik

    2.4 Mampu memenuhi … dst

    2.5 Pimpinan … dst

    2.6 Majelis Pusat yang menetapkan Distrik, dan Ephorus menerbitkan Surat Keputusan yang disampaikan di Kebaktian Minggu pada peresmian Distrik yang baru.

 

Pasal 9, Yang Melayani Distrik

 

1.Praeses

 

                  1.1 Tugasnya

  1. a.    Memim …dst
  2. b.    Menyusun rencana strategis dan program kerja tahunan sesuai dengan keputusan Sinode Agung dan Majelis Pusat
  3. c.    Me … dst
  4. d.    Mem …dst
  5. e.    Me ..dst
  6. f.      Me .. dst
  7. g.    Me .. dst
  8. h.    Me … dst
  9. i.      Mengawasi pelaksanaan keputusan Sinode Agung, Majelis Pusat, Sinode Distrik dan Rapat Distrik
  10. j.      Me … dst
  11. k.     Me … dst
  12. l.      Me … dst
  13. m.   Me … dst
  14. n.    Me … dst

 

Syarat Menjadi Praeses

 

2.1 Paling sedikitnya 15 tahun telah menerima tahbisan kependetaan dan melayani secara terus menerus di HKBP

2.2 Tidak pernah dikenai sanksi Peraturan Penggembalaan dan Siasat Gereja HKBP

2.3 Sehat rohani dan jasmani

2.4 Usianya tidak lebih dari 61 tahun pada saat pemilihan

2.5 Dipilih di Sinode Agung melalui sistem “manjomput nasinurat”

 

Periodenya

 

Periodenya 4 tahun dan dapat dipilih dua kali berturut turut

 

Pemilihan

 

4.1  Tiap Sinode Distrik mencalonkan satu atau dua calon Praeses.

4.2  Panitia Pemilihan adalah seorang Pendeta dan seorang Non Pendeta yang diajukan oleh setiap Distrik dan dipimpin oleh Pendeta tertua anggota Sinode Agung.

4.3. Pendeta tertua dari peserta dari peserta Sinode Agung yang melantik Ephorus terpilih dalam satu Kebaktian Minggu di Gereja.

 

4.4. Cara dan Proses PEMILIHAN PRAESES

 

  1. 1.     PEMBUKAAN KEBAKTIAN, KEBAKTIAN DIPIMPIN PENDETA TERTUA YANG MENJADI KETUA PEMILIHAN
  2. 2.     BERNYANYI BE No.
  3. 3.     VOTUM & INTROITUS
  4. 4.     BERNYANYI BE No.
  5. 5.     PENGAMPUNAN DOSA
  6. 6.     BERNYANYI BE No.
  7. 7.     KHOTBAH (PENGANTAR UNTUK PEMILIHAN)
  8. 8.     BERNYANYI BE No.

PADA SAAT BERNYANYI, SEMUA CALON PRAESES MAJU KEDEPAN SATU PERSATUDAN MENGHADAP PEMIMPIN IBADAH.

  1. 9.     DIMULAI DARI URUTAN PALING KANAN MASING-MASING CALON MENGAMBIL SATU GULUNGAN KERTAS SUARA DARI WADAH YANG SUDAH DIPERSIAPKAN, DISERAHKAN KEPADA PEMIMPIN IBADAH UNTUK DIBUKA.

10.  CALON YANG “MANJOMPUT” GULUNGAN KERTAS SUARA TANPA TULISAN KEMBALI DUDUK KE TEMPATNYA DAN YANG ADA TULISAN “PRAESES” TETAP BERDIRI DITEMPAT.

11.  PRAESES TERPILIH MENGHADAP KE ANGGOTA SINODE AGUNG

12.  BERNYANYI BE No. (ATAS BIMBINGAN TUHAN ATAS TERPILIHNYA PRAESES  HKBP

13.  BERDOA MENGUCAP SUKUR DAN DOA PENUTUP

 

TUJUAN

 

  1. 1.    Meningkatkan daya efektivitas pimpinan dalam pelayanan.
  2. 2.    Demi kemajuan Huria mengikuti perkembangan yang sifatnya global dengan paradigma baru.
  3. 3.    Meningkatkan pelayanan HKBP yang dapat menyuarakan suara kenabian.
  4. 4.    Didalam penetapan dan implementasi kebijakan, keputusan2 strategis HKBP akan lebih terarah dan terkendali. 
  5. 5.    Fungsi kontrol (pengawasan) akan lebih tajam dan transparan.
  6. 6.    Memberdayakan anggota jemaat khususnya non Pendeta yang akan  membawa dampak lebih baik.   

HATORANGAN

Cukup Jelas

 

  1. 7.     USULAN DARI HURIA

 

Perubahan Agenda Sinode Godang dan Pesertanya

 

BINDU

 

Peraturan HKBP Bab VII-4.1, Rapat Tingkat Pusat Sinode Agung

 

REDAKSIONAL LAMA

 

Sinode Agung

 

a.Tugasnya

1.Mempertimbangkan dan menerima laporan Pimpinan HKBP

2.Menetapkan Rencana Induk Pengembangan Pelayanan HKBP

3.Menetapkan Rencana Strategis HKBP

4.Menetapkan Sikap Umum HKBP

5.Memilih Ephorus, Sekretaris Jenderal, Kepala Departemen dan Praeses

 

b.Pimpinanya

 

1.Lima orang Majelis Ketua yang dipilih Sinode Agung dari anggota Sinode Agung

2.Ephorus yang memimpin Sinode Agung hingga pemilihan Majelis Ketua

3.Setelah Majelis Ketua terpilih, Ephorus menyerahkan pimpinan persidangan kepada Majelis Ketua Sinode Agung

4.Setelah persidangan Sinode Agung selesai, Majelis Ketua menyerahkan keputusan-keputusan Sinode Agung itu kepada Ephorus, dan Ephorus menutup Sinode Agung itu.

 

  1. c.    Anggotanya

 

  1. 1.    Ephorus
  2. 2.    Sekretaris Jenderal
  3. 3.    Kepala Departemen Koinonia
  4. 4.    Kepala Departemen Marturia
  5. 5.    Kepala Departmen Diakonia
  6. 6.    Anggota Majelis Pekerja Sinode
  7. 7.    Ketua Rapat Pendeta
  8. 8.    Semua Praeses
  9. 9.    Semua Pendeta Ressort

10.  Seorang Utusan dari Setiap Ressort

11.  Seorang Utusan Guru Huria

12.  Seorang Utusan Bibelvrow

13.  Seorang Utiusan Diakones

14.  Ketua Sekolah Tinggi Theologia

15.  Ketua Badan Penyelenggara Pendidikan HKBP

16.  Ketua Badan Penelitian dan Pengembangan HKBP

17.  Kepala Badat Audit HKBP

18.  Ketua Badan Usaha HKBP

19.  Seorang Utusan Perempuan dari setiap Distrik

 

     

ALASAN AMANDEMEN SIAN HURIA

 

  1. 1.    Meningkatkan daya efektifitas pimpinan dalam pelayanan.
  2. 2.    Demi kemajuan Huria memasuki milenium baru.
  3. 3.    Meningkatkan pelayanan HKBP secara menyeluruh (pelayanan kedalam dan keluar HKBP).
  4. 4.    Didalam penetapan dan implementasi kebijakan, keputusan2 strategis HKBP akan lebih terarah dan terkendali. 
  5. 5.    Tingkat ketajaman Fungsi Kontrol akan lebih baik dan transfaran.
  6. 6.    Pemberdayaan anggota jemaat khususnya non Pendeta akan menjadi nyata dan membawa dampak yang lebih baik

 

 

KEPUTUSAN RAPAT RESSORT

Rapat Ressort Menyetujui

 

 

ALASAN DITOLOPI/DANG DITOLOPI

Rapat Ressort Menyetujui

 

 

REDAKSIONAL NADITOLOPI

 

Sinode Agung

 

a.Tugasnya

 

1.Menimbang, mengevaluasi dan menerima laporan Ephorus

2.Menetapkan Rencana Induk Pengembangan Pelayanan HKBP

3.Menetapkan Rencana Strategis HKBP

4.Menetapkan Sikap Umum didalam pengembangan pelayanannya.

5.Memilih Ephorus, Sekretaris Jenderal, Majelis Pusat dan Praeses

 

b.Pimpinannya

 

1.Lima orang Majelis Ketua yang dipilih Sinode Agung dari anggota Sinode Agung

2.Ephorus yang memimpin Sinode Agung hingga pemilihan Majelis Ketua

3.Setelah Majelis Ketua terpilih, Ephorus menyerahkan pimpinan persidangan kepada Majelis Ketua Sinode Agung

4.Setelah persidangan Sinode Agung selesai, Majelis Ketua menyerahkan keputusan-keputusan Sinode Agung itu kepada Ephorus, dan Ephorus menutup Sinode Agung itu.

 

c.Anggotanya

 

 

  1. 1.    Ephorus
  2. 2.    Sekretaris Jenderal
  3. 3.    Anggota Majelis Pusat
  4. 4.    Ketua Rapat Pendeta
  5. 5.    Semua Praeses
  6. 6.    Semua Pendeta Ressort
  7. 7.    Seorang Utusan dari Setiap Ressort
  8. 8.    Seorang Utusan Guru Huria
  9. 9.    Seorang Utusan Bibelvrow

10.  Seorang Utusan Diakones

11.  Ketua Sekolah Tinggi Theologia

12.  Ketua Badan Penyelenggara Pendidikan HKBP

13.  Ketua Badan Penelitian dan Pengembangan HKBP

14.  Kepala Badan Audit HKBP

15.  Ketua Badan Usaha HKBP

16.  Seorang Utusan Perempuan dari setiap Distrik

 

TUJUAN

 

Peningkatan Pelayanan Huria sekaligus meningkatkan pemberdayaan anggota Jemaat.

 

HATORANGAN

            Cukup Jelas

 

 

 

  1. 8.     USULAN DARI HURIA

 

Rapat Pimpinan HKBP berubah menjadi Rapat Majelis Pusat

 

BINDU

 

Peraturan HKBP Bab VII-4.3, Rapat Pimpinan HKBP

 

REDAKSIONAL LAMA

 

Rapat Pimpinan HKBP

Tugasnya

 

  1. 1.    MEMBICARAKAN DAN MERENCANAKAN UPAYA MELAKSANAKAN TUGAS TUGAS PIMPINAN.
  2. 2.    MEMIKIRKAN DAN MENENTUKAN PEMBENTUKAN BIRO-BIRO, BAGAIAN, DAN YAYASAN SESUAI DENGAN KEBUTUHANNYA. (SDM)
  3. 3.    MEMBICARAKAN DAN MELAKSANAKAN SARAN-SARAN DARI SINODE AGUNG, MAJELIS PEKERJA SINODE, BADAN AUDIT HKBP, DAN BADAN PENELITIAN PENGEMBANGAN HKBP
  4. 4.    MEMBICARAKAN DAN MENETAPKAN TEMPAT PELAYANAN DAN MUTASI PELAYAN PENUH WAKTU DI HKBP (SDM)
  5. 5.    MEMBICARAKAN PERSIAPAN-PERSIAPAN KE SINODE AGUNG, RAPAT MAJELIS PEKERJA SINODE, RAPAT PRAESES, DAN RAPAT PENDETA.
  6. 6.    MEMILIH DAN MENETAPKAN PENGURUS BADAN PENYELENGGARA PENDIDIKAN HKBP SESUAI DENGAN KEBIJAKAN DASAR PENDIDIKAN HKBP. (SDM)
  7. 7.    MEMILIH ANGGOTA BADAT AUDIT HKBP, ANGGOTA BADAN USAHA HKBP, DAN ANGGOTA KOMISI. (SDM)

MEMILIH BENDAHARA UMUM HKBP (SDM)

  1. 9.    MEMILIH KEPALA BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN HKBP. (SDM)

10.  MEMIMPIN DAN MENJALANKAN SIKAP UMUM HKBP YANG TELAH DITETAPKAN OLEH SINODE AGUNG DAN MAJELIS PEKERJA SINODE

11.  MEMPERTIMBANGKAN DAN MEMBERI IZIN KEPADA PELAYAN-PELAYAN PENUH WAKTU DI HKBP UNTUK BEKERJA DI LUAR HKBP, DAN MENGUTUS PELAYAN-PELAYAN HKBP UNTUK MELAYANI DI BADAN OIKUMENE. (SDM)

12.  MENGAWASI LEMBAGA-LEMBAGA PENDIDIKAN TEOLOGI YANG ADA DI HKBP, DAN LEMBAGA-LEMBAGA PENDIDIKAN UMUM HKBP

13.  MEMBERIKAN PEMIKIRAN UNTUK PENINGKATAN LEMBAGA-LEMBAGA PENDIDIKAN HKBP.

14.  MENETAPKAN TEMPAT PELAYANAN PARA PRAESES. (SDM)

 

 

ALASAN AMANDEMEN SIAN HURIA

 

  1. 1.    Meningkatkan daya efektivitas pimpinan dalam pelayanan.
  2. 2.    Demi kemajuan Huria mengikuti perkembangan yang sifatnya global dengan paradigma baru.
  3. 3.    Meningkatkan pelayanan HKBP yang dapat menyuarakan suara kenabian.
  4. 4.    Didalam penetapan dan implementasi kebijakan, keputusan2 strategis HKBP akan lebih terarah dan terkendali. 
  5. 5.    Fungsi kontrol (pengawasan) akan lebih tajam dan transparan.
  6. 6.    Memberdayakan anggota jemaat khususnya non Pendeta yang akan  membawa dampak lebih baik.   

 

KEPUTUSAN RAPAT RESSORT

Rapat Ressort Menyetujui

 ALASAN DITOLOPI/DANG DITOLOPI

Rapat Ressort Menyetujui

 REDAKSIONAL NADITOLOPI

 Rapat Majelis Pusat

a.Tugasnya

  1.  MELAKSANAKAN SIKAP UMUM HKBP SEBAGAIMANA DITETAPKAN SINODE AGUNG
  2. MEMIKIRKAN  METODE UNTUK MENGEMBANGKAN KEHIDUPAN DI MASING-MASING JEMAAT, RESSORT, DISTRIK, DEPARTEMEN,  LEMBAGA DAN YAYASAN
  3. MEMBENTUK  KOMISI, PANITIA DAN TIM YANG DISESUAIKAN DENGAN KEBUTUHAN DARI MAJELIS PUSAT ATAU DARI ANGGOTA JEMAAT.
  4. MENETAPKAN TEMPAT PELAYANAN MASING -MASING PRAESES
  5. MENETAPKAN TEMPAT SINODE AGUNG BIASA DAN SINODE AGUNG LUAR BIASA
  6. MELAKUKAN TEROBOSAN UNTUK  REVISI DAN MELENGKAPI  ATURAN DI DEPARTEMEN,  LEMBAGA DAN YAYASAN YANG BELUM  DIATUR DALAM AP HKBP DAN AKAN DIPERTANGGUNGJAWABKAN DI SINODE AGUNG
  7. MENGAWASI  LEMBAGA PENDIDIKAN THEOLOGIA HKBP
  8. MENGAWASI HUBUNGAN DENGAN  GEREJA LAIN DAN BADAN YANG ADA DI INDONESIA DAN LUAR NEGERI
  9. MEMELIHARA HUBUNGAN YANG BAIK DENGAN PEMERINTAH MELALUI SIKAP DAN PERBUATAN UNTUK BERDIRINYA KEBENARAN DAN KEADILAN DI TENGAH BANGSA

10.  MENCALONKAN PRAESES SEBANYAK DUA KALI JUMLAH DISTRIK YANG ADA

11.  MENETAPKAN ANGARAN BELANJA HKBP SETIAP TAHUN

12.  MENGAWASI KEUANGAN DI DEPARTEMEN, LEMBAGA, YAYASAN DAN JEMAAT

13.  MEMIKIRKAN PERBAIKAN PEMBAHARUAN SISTEM ADMINISTRASI KEUANGAN

14.  MEMIKIRKAN CASH FLOW HATOPAN HKBP

15.  MENGAWASI KOMISI BEASISWA HKBP

16.  MENETAPKAN SISTEM PENGGAJIAN TERMASUK PEMASUKAN DANA

17.  MEMBAHAS DAN MENETAPKAN LAPORAN YAYASAN UNIVERSITAS HKBP NPMMENSEN

18.  MENGANGKAT DAN MEMBERHENTIKAN ANGGOTA YAYASAN UNIVERSITAS NOMMENSEN

19.  MEMPERTIMBANGKAN DAN MEMUTUSKAN REKTOR YANG DIUSULKAN OLEH YAYASAN

20.  BERDASARKAN KEPENTINGANNYA DAPAT DILAKUKAN KONSULTASI HUKUM UNTUK MEMBANTU BIRO HUKUM

b.Pimpinannya

    Ephorus HKBP

 

c.Anggotanya

 

Ephorus (1)

Sekretaris Jenderal (1)

Unsur Pendeta (10)

Unsur Sintua (10)

Ketua Rapat Pendeta (1)

Seorang Utusan Guru Huria (1)

Seorang Utusan Bibelvrow (1)

Seorang Utusan Diakones (1)

Lima orang Tenaga Ahli (5)

 

d.Waktunya

  

Sesuai Kebutuhan dan Kepentingannya

 

TUJUAN

 

Fungsi Kontrol dapat berjalan optimal dan pemberdayaan warga Jemaat menjadi nyata.

 

HATORANGAN

Cukup Jelas

« Older entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.