AMANDEMEN AP HKBP

PM BANJARNAHOR, M.Sc, Sintua di HKBP Menteng Jakarta

PM BANJARNAHOR, M.Sc, Sintua di HKBP Menteng Jakarta

2004 adalah awal diberlakukan AP-HKBP 2002 oleh HKBP dan oleh kita. Lebih kurang 5 tahun HKBP sudah menjalankan tugas dan tanggung jawabnya berdasarkan AP HKBP 2002 yang disesuaikan pada kebutuhan Huria masing-masing.

 

 Gereja INKLUSIF, DIALOGIS, TERBUKA, BERKUALITAS adalah VALUES yang terkandung pada VISI-MISI HKBP. Setiap VALUES sungguh mengandung makna yang sangat tajam untuk menembus terwujudnya peningkatan kehidupan yang bermutu didalam kasih Tuhan Jesus Kristus demi kemuliaan Allah Bapa yang mahakuasa, demikian apa yang tersirat dan tertulis di dalam VISI – MISI HKBP.

 Pertanyaan yang sering mengemuka belakangan ini adalah, sudahkah ada peningkatan kehidupan yang bermutu didalam KASIH di tengah jemaat HKBP ? Jawaban saya adalah bahwa peningkatan itu sesungguhnya benar adanya, walaupun masih ada beberapa Issu penting yang harus di benahi untuk semakin memperkuat usaha peningkatan FUNGSI PELAYANAN KASIH oleh HKBP kedepan.

 Sesuai keputusan Sinode Godang HKBP 2008, Tim Amandemen AP HKBP telah terbentuk dan sudah ditetapkan oleh Pimpinan HKBP. Mungkin Tim ini sudah menetapkan Agenda Kerja Tim sehingga pada waktunya materi Amandemen yang sudah matang akan secara resmi dapat dipaparkan pada Sinode Agung 2010 untuk didiskusikan kemudian di tetapkan dan disyahkan menjadi Amandemen AP HKBP yang valid untuk digunakan.

Sebagai anggota Jemaat, saya mencoba memberi masukan atau usul Amandemen AP HKBP. Masukan ini disampaikan setelah melihat potret implementasi AP-HKBP-2002 dari tahun 2004 hingga sekarang ini. Ada beberapa issu pokok mendesak perlu di AMANDEMEN  pada AP-HKBP 2002 sebagai berikut :

 PASAL 9,11,12 : Masa Periode : Ephorus, Sekjen dan Praeses 6 (enam) tahun.

 ALASAN :

 a)   Dengan masa periode 6 (enam) tahun, Barita Jujur Tahun (BJT) dan Barita Pangulaon (BP) Pimpinan HKBP akan dapat dipaparkan dan dipertanggungjawabkan dihadapan  Sinode Agung sedikitnya setiap 2 tahun sekali atau 3 (tiga) kali dalam satu periode. Artinya setiap 2 tahun sekali fungsi kontrol oleh HKBP terhadap setiap rencana yang sudah ditetapkan termasuk pelaksanaannya akan menjadi transfaran untuk di Evaluasi melalui dialog yang bermutu demi menuju peningkatan mutu pelayanan HKBP yang secara konsisten akan terus dilahirkan.

 b)   Pemaparan dan pertanggungjawaban BJT dan BP yang dilaksanakan pada periode 2004 – 2008 bertepatan pada akhir masa periode sangat jelas bahwa transfaransi pertanggungjawaban dan dialog hampir tidak ada, sebab sepenuhnya sinodisten sudah terpusat terhadap pemilihan fungsionaris HKBP. Kondisi ini adalah realitas yang telah kita lihat bersama pada pelaksanaan Sinode Godang  2008 yang lalu. Dan sebagai akibat dilakukannya Sinode Agung sekali dalam 4 (empat) tahun  secara tidak sadar HKBP sudah menanamkan sebuah ketertutupan (intransfarancy) dan juga ketertutupan dialog.

 c)   Jika masa periode 4 (empat) tahun tetap akan dipertahankan maka besar kemungkinan  HKBP akan menjadi gereja yang berjalan di tempat (status quo). Sebab dengan masa periode hanya 4 tahun bagi HKBP relatif terlalu pendek, sehingga dengan waktu yang demikian pendek seorang Pimpinan baru sangatlah sulit memberikan karya besarnya. Kita dapat melihat gambaran apa yang ada di HKBP selama periode 2004 – 2008 :

 ü  Tahun ke-1 melakukan orientasi dan pelayanan rutin.

ü  Tahun ke-2 mulai buat program sambil pelayanan rutin

ü  Tahun ke-3 mulai melaksanakan program dan bersiap megakhiri periode.

ü  Tahun ke-4, semua mata tertuju pada pelaksanaan Sinode Godang.

 Pasal 18 : Majelis Pekerja Sinode (MPS) diliquidasi, kemudian diganti dengan BOARD COUNCIL atau Majelis Pusat HKBP yang dipilih oleh Sinode Agung HKBP yang bertindak sebagai counter-parts Ephorus dan Sekjen dalam menentukan arah HKBP kedepan, pengambilan keputusan-keputusan strategis serta kegiatan lain demi peningkatan kualitas pelayanan HKBP.

  ALASAN :

 a)   MPS  berangotakan sebanyak 91 orang terdiri dari 5 Pimpinan HKBP, 26 Praeses, 8 Ketua/Pimpinan Lembaga/Badan, 52 Utusan Distrik adalah jumlah yang cukup besar dengan membutuhkan biaya besar..

 b)   Potensi MPS yang luar biasa besar tidak terakomodasi, demi kemajuan HKBP, sebab kehadiran mereka hanyalah sebagai pelengkap rapat sesuai AP HKBP.

 c)   MPS tidak terlibat dalam pengambilan keputusan-keputusan strategis HKBP (semua keputusan hanya akan diambil dan ditetapkan oleh 5 orang Pimpinan HKBP). Dapat dibayangkan jika ARAH KEBIJAKAN dan KEPUTUSAN-KEPUTUSAN STRATEGIS HKBP yang memiliki jumlah ANGGOTA 3,5 juta orang dan hampir 4.000 JEMAAT termasuk ASSET yang tersebar di seluruh penjuru NUSANTARA hanya akan diputuskan oleh tidak lebih dari 5 orang ? Sungguh luar biasa. Sebagai gambaran jika sebuah organisasi sosial kecil yang hanya memiliki anggota kurang dari 1.000 orang saja sudah memiliki Dewan Penasehat, Dewan Pembina, Pengurus Tetap, Pengurus Harian, lantas bagaimana HKBP ?

 d)   Pengalaman mengatakan bahwa kehadiran Majelis Pusat di HKBP selama tujuh puluh tahun lebih cukup berperan aktif dan benar-benar berfungsi sebagai “counter-part” (rekan kerja Ephorus dan Sekjen). Pada setiap penentuan arah kebijakan atau pengambilan keputusan strategis di HKBP, selalu diputuskan melalui Rapat Majelis Pusat HKBP. Dan tidak jarang terjadi sekalipun Ephorus dan Sekjen sudah membuat konsep matang tentang sebuah keputusan strategis tidak disetujui oleh Rapat Majelis Pusat untuk dilaksanakan atau ditunda dulu oleh berbagai pertimbangan strategis lainnya.

 e)   Jumlah anggota Majelis Pusat HKBP cukup dengan jumlah personel hanya 24 orang sudah termasuk Ephorus dan Sekjen. Komposisi 22 orang terdiri dari unsur Pendeta 11 orang dan non Pendeta 11 orang. Dengan jumlah yang tidak begitu besar, maka dalam rapat-rapatnya cukup efektif dan produktif dan sudah tentu biaya juga akan jauh lebih kecil dari Rapat MPS.

 PASAL 11,12,13,14,15 : Ephorus dan Sekjen posisinya sebagai pimpinan HKBP dwitunggal). Selanjutnya Kepala Departemen Koinonia, Marturia dan Diakonia tidak lagi ada berkedudukan di Kantor Pusat akan tetapi langsung berkedudukan di daerah operasional di masing-masing Distrik.

 ALASAN :

 a)   Kegiatan Departemen Koinonia, Marturia dan Diakonia sepenuhnya bersifat operasional, sehingga sangatlah tepat jika segala tugas dan tanggungjawabnya sepenuhnya dibebankan kepada Kepala Bidang Koinonia, Marturia dan Diakonia yang sekarang ini berada didaerah operasional di masing-masing Distrik. Ketiga bidang ini bertanggungjawab kepada Praeses selanjutnya kepada Ephorus. 

 b)   Dalam pengambilan keputusan yang sifatnya strategis Ephorus dan Sekjen akan berdampingan dengan Majelis Pusat HKBP yang berjumlah 24 orang

 c)   Ephorus dan Sekjen memiliki counter-part (rekan kerja) yang terpilih melalui Sinode Agung HKBP yang terdiri dari unsur Pendeta 50% dan Non Pendeta 50%. Sehingga setiap pengambilan keputusan strategis HKBP akan ditetapkan melalui Rapat Majelis Pusat, bukan lagi hanya ditentukan 5 orang.

 d)   Kembalinya Majelis Pusat pada strukrur Fungsionaris HKBP akan terjadi keseimbangan dalam pengambilan keputusan strategis yang lebih representative dan terukur.

 

  1. PASAL 25-2 : Guru Jemaat (Guru Huria) : Diaktifkan kembali sebagai Guru Huria di masing-masing Huria di HKBP

 ALASAN :

 a)   Sebelum AP HKBP 2002 diberlakukan,  Guru Huria melakukan tugas dan tanggungjawabnya sebagaimana tertuang dalam Agenda HKBP dan sekaligus mengelola administrasi, dokumentasi dan urusan-urusan umum dengan kata lain Guru Huria juga berfungsi sebagai Kepala Kantor Huria.

 b)   Semenjak 2004, tugas dan tanggungjawab Guru Huria  ditimbangterimakan kepada Uluan Huria. Kenyataan yang terjadi sekarang ini dengan dibebankannya semua tugas dan tanggungjawab Guru Huria kepada Uluan Huria terlihat cukup banyak waktu Uluan Huria tersita mengurusi hal-hal yang umum, dan mungkin hal pokok bisa menjadi Tertinggal.

 c)   Jika dalam AP HKBP berbicara tentang pemberdayaan, maka Guru Huria HKBP harus diberdayakan jangan menjadi gunung potensi “idle” di HKBP.

 Selamat bekerja untuk Tim Amandemen AP HKBP, Tuhan memberkati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: